Kopertis Dukung STIP Wuna Jadi Universitas – Expresiku
Kampus

Kopertis Dukung STIP Wuna Jadi Universitas

EXPRESIKU — Kopertis Wilayah IX Sulawesi mendukung keinginan masyarakat dan Pemda Raha mengubah status STIP Wuna Raha jadi universitas. Bentuk dukungan itu ditendai rekomendasi yang langsung diteruskan ke Direktorat Pengembangan Kelembagaan.

Hal itu diungkapkan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr. Ir Andi Niartiningsih, MP pada Wisuda Sarjana XI bagi 121 alumni STIP Wuna Raha Sulawesi Tenggara, Senin (30/10/2017) di Aula Galampano Kabupaten Muna.

Keberhasilan perguruan tinggi harus didukung sinergitas antara penyelenggara dan pengelola. Kata dia, pengalaman selama menjadi Koordinator Kopertis IX banyak ditemukan persoalan di PTS karena tidak adanya sinergitas didalamnya.

Andi Niartiningsih menekankan, agar mengasah karakter akademik sebab bekal kompetensi seperti IPK 4,0 diperoleh belum bisa, menjadi jaminan kesuksesan, melainkan diikuti dengan mengasah karakter akademik mengikuti perkembangan iptek, imbuhnya.

Keberhasilan perguruan tinggi, tandas Andi Niartiningsih harus didukung sinergitas antara penyelenggara dan pengelola. Pengalaman selama menjadi selaku Koordinator Kopertis IX banyak ditemukan persoalan di PTS karena tidak ada sinergitas didalamnya.

Lebih lanjut, Koordinator Kopertis IX mengingatkan agar dosen melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dosen tidak hanya mengajar tetapi juga harus melakukan penelitian. Hal ini perlu didukung oleh jabatan fungsional dosen, juga standar Kemenristekdikti.

Para dosen harus mempunyai perhatian penelitian agar tersedia bank proposal sehingga pada saat dibuka penerimaan proposal, maka dosen tinggal mengajukan. Selain itu, perguruan tinggi harus mempunyai unggulan penelitian dan menyusun RIP, menjadi acuan setiap dosen. Ungggulan penelitian tersebut disesuaikan kearifan lokal sehingga bisa membantu daerah, paparnya.

Andi Niar juga mengurai sejumlah standar pemeringkatan perguruan tinggi. Ada beberapa standar dijadikan pemeringkatan. Diantaranya, kualifikasi dosen dan pangkat akademik berperan 12% dalam pemeringkatan, Ketercukupan dosen berperan 18% dimana standar perbandingan dosen dengan mahasiswa berkisar 1: 30 untuk IPA dan 1:45 untuk IPS.

Selanjutnya, akreditasi berperan 30%, kualitas kegiatan kemahasiswaan berperan 10% dimana didalamnya membentuk karakter para mahasiswa, toleransi, serta mengembangkan minat dan bakat kemahasiswaan.

Mengenai reakreditasi institusi, Andi Niar menegaskan, kunci utama akreditasi terletak pada Sistim Penjaminan Mutu (SPM) Perguruan Tinggi. Jika tercipta budaya mutu maka dalam penjaminan mutu, bukan lagi keterpaksaan melainkan karena kebutuhan, tuturnya. (rls)

 

PALING POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!