Jangan Mau Jadi Budak Teknologi! – Expresiku
Makassar

Jangan Mau Jadi Budak Teknologi!

EXPRESIKU — Pemuda hari ini memiliki tantangan tersendiri. Sekarang zamannya serba modern dan canggih. Serba gadget. Jangan sampai pemuda menjadi budak teknologi.

Teknologi hendaknya bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan yang baik. Terutama dalam upaya menyejahterakan seluruh rakyat dan memajukan bangsa.

Janganlah menjadi generasi yang lembek dan manja, hanya karena teknologi canggih. Sebaliknya, harus semakin cerdas dan pandai melihat peluang menuju kemajuan.

Pesan bijak bagi generasi muda itu disampaikan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono ketika diwawancarai usai dijamu sarapan pagi oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di rumah jabatan, Jumat (27/10).

Pria yang akrab disapa AHY itu secara khusus hadir di Makassar untuk bersama-sama memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober di Pantai Losari Makassar.

Dijelaskan AHY, jika berbicara soal pemuda, ada banyak yang harus dipersiapkan untuk menjadi generasi berkualitas. Apalagi, tantangan abad 21 semakin nyata di depan mata. “Karena itu, kita harus menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujar AHY.

Dia menegaskan, anak muda adalah kekuatan. Dengan kreatifitas dan energi positif yang dimiliki, seharusnya bisa menjadi bagian dari para pemimpin dan generasi pendahulu dalam memajukan bangsa dan negara semakin baik ke depan.

Dari rujab gubernur, AHY yang datang ke Makassar didampingi istrinya Annisa Pohan, kemudian menghadiri dialog pemuda yang digelar Komite Nasional Indonesia (KNPI) Sulsel di Benteng Rotterdam.

Di depan para peserta dialog, AHY menegaskan, generasi muda merupakan kekuatan dan energi positif. Karena itu, pemuda dituntut agar dapat tampil untuk melihat seperti apa nantinya masa depan bangsa.

“Kalau anak muda kita cerdas dan unggul, maka akan menjadi kekuatan. Tapi bila selalu berpikiran negatif, maka akan mendatangkan malapetaka bagi orang banyak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, putra sulung Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ini mengajak para generasi muda dapat bersatu dalam menjaga negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). “Kita harus bersatu padu. Sebab dengan persatuan, bangsa ini akan terhindar dari perpecahan atau terpecah belah,” tandasnya.

Bersatunya anak muda se-nusantara, kata mantan calon gubernur DKI Jakarta ini, maka akan melahirkan kembali semangat pemuda seperti yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928.

Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra menegaskan, pemuda di daerah ini harus lebih mengutamakan pengembangan ide dan gagasan. Bukan hanya mampu mengkritik, tapi juga bisa mengimput dan memberikan masukan serta saran kepada pemerintah dalam kerangka kemitraan.

”Di era millenial dan teknologi saat ini, pemuda harus hadir sebagai solusi dan memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara,” ujar Imran yang dihubungi malam tadi.

Sebagai lembaga pengkaderan, KNPI menjadi sebuah laboratorium bagi pemuda untuk dididik menjadi organisatoris. Mereka yang telah menjadi alumni lembaga ini tidak lagi diragukan kekaderannya. Terutama ketika memasuki ruang-ruang politik.

Imran menaruh harapan besar kepada senior-seniornya telah terjun ke dunia politik agar lebih mengutamakan nilai-nilai serta gagasan. Bukan sistem politik yang cenderung transaksional.

Pemuda hendaknya lebih mengedepankan nilai-nilai budaya, agama dan Pancasila. Sebab hal ini dapat memfilter arus liberalisasi yang semakin kencang. (rhm/rus)

 

PALING POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!